MATEMATIKA DASAR DAN ILMU ALAMIAH DASAR
LEGENDA DAN METODE ILMIAH
DOSEN :
APRILLIA MAHARANI AYUNINGSIH
DISUSUN OLEH :
NOVIA INDAH PUSPITA
15518374
1PA03
PSIKOLOGI
JL. Margonda Raya NO.100 Pondok Cina, Depok 16424, Jawa Barat
I. LEGENDA CINDELARAS ( JAWA TIMUR )
Raden Putra, Raja
Jenggala, mempunyai dua orang istri. Keduanya adalah permaisuri dan selir.
Selain cantik wajahnya, Sang Permaisuri juga baik budi pekertinya. Sang Selir
juga sangat cantik wajahnya. Namun berbeda dengan permaisuri, sang selir buruk
kelakuannya.
Dia sangat iri dengan permaisuri. Dia merencanakan untuk menyingkirkan sang permaisuri dari istana kerajaan, agar perhatian dan kasih sayang Raden Putra semata-mata hanya untuknya.
Dia sangat iri dengan permaisuri. Dia merencanakan untuk menyingkirkan sang permaisuri dari istana kerajaan, agar perhatian dan kasih sayang Raden Putra semata-mata hanya untuknya.
Sang selir bekerja
sama dengan tabib istana untuk mewujudkan rencana jahatnya. Dia berpura-pura
sakit. Ketika Raden Putra bertanya kepada tabib istana perihal penyebab
sakitnya sang selir, tabib istana mengatakan bahwa sakit yang di derita sang
selir disebabkan oleh racun.” Racun itu dibubuhkan pada minuman yang diberikan
untuk Selir.” Kata Tabib istana.
“Siapa yang tega
memberikan minuman beracun untuk selir ku? Tanya Raden Putra.
“Permaisuri Paduka
sendirilah yang melakukannya.” Jawab sang Selir.” Tampaknya Permaisuri iri hati
pada hamba hingga bermaksud membunuh hamba, agar kasih sayang paduka dan
kekuasaan kerajaan jatuh ketangannya.”
Mendengar hasutan
dari Selir nya Raden Putra sangat murka. Tanpa berpikir panjang Raden Putra
mengusir sang permaisuri dari istana kerajaan, bahkan dia memerintahkan patih
kerajaan untuk membunuh permaisuri di hutan.
Sang Permaisuri
yang tengah mengandung itu terpaksa menerima perlakuan tidak adil dan jahat
yang ditimpakan kepadanya. Walaupun, dia sama sekali tidak melakukan seluruh
sangkaan yang ditimpakan kepadanya.
Patih kerajaan
Jenggala merupakan orang yang bijaksana, dia merasa jika sang permaisuri tidak
bersalah. Menurutnya, sang permaisuri yang baik hati tersebut mustahil meracuni
selir. Dia yakin jika sang permaisuri telah terkena fitnah keji dari selir.
Oleh karena itu dia tidak membunuhsang permaisuri melainkan membuatkan gubuk
ditengah hutan untuk permaisuri tinggal.
Patih jenggala
kemudian menangkap kelinci dan menyembelih kelinci itu dengan keris pusaka
miliknya, kemudian darah si kelinci dibasuhnya pada selendang milik permaisuri.
Katanya kepada sang permaisuri.” Hamba akan menghadap Raden Putra dengan
membawa selendang paduka serta keris yang berlumur darah ini. Selendang dan
keris ini akan hamba jadikan bukti bahwa hamba telah melaksanakan tugas dari
Raden Putra.”
“Terima kasih,
Paman Patih.” Ujar sang Permaisuri.
Sepeninggalan
Patih kerajaan Jenggala, Sang permaisuri hidup sendirian di dalam hutan belantara.
Seiring berjalannya waktu, kian membesar kandungannya. Dia pun melahirkan
sendirian didalam hutan belantara itu. Bayi yang lahir laki-laki dan diberi
nama Cindelaras.
Cindelaras tumbuh
menjadi anak lelaki yang kuat tubuhnya dan tampan wajahnya. Sejak kecil ibunya
yang memiliki pengetahuan tinggi karena merupakan permaisuri raja,
mengajarkannya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Selain itu
Cindelaras sejak kecil bergaul dengan aneka hewan yang berada di hutan
belantara tersebut. Hewan-hewan itu senang berada bersama dengan Cindelaras dan
mereka menuruti setiap perintah dari Cindelaras.
Pada suatu hari
ketika Cindelaras tengah bermain, seekor burung rajawali menjatuhkan sebutir
telur di dekat Cindelaras. Cindelaras lantas mengeramkan telur rajawali itu
pada ayam hutan betina yang menjadi sahabatnya. Tiga minggu kemudian telur itu
menetas menjadi ayam namun memiliki mata tajam dan perawakan yang kuat seperti
rajawali.
Cindelaras merawat
ayam itu dengan baik hingga menjadi ayam jago yang hebat dan kuat. Tubuh ayam
itu terlihat kuat lagi kekar, paruhnya kokoh dan runcing seperti paruh burung
rajawali. Kedua kakinya kekar berotot dan memiliki kuku yang runcing tajam
seperti kuku rajawali. Suara kokoknya terdengar aneh dan mengherankan.”
Kukuruyuk ... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan belantara, atapnya
daun kelapa, ayahnya raden putra raja jenggala.”
Awalnya Cindelaras
sangat heran mendengar kokok ayam jantannya yang aneh. Dia lantas bertanya
kepada ibunya perihal kokok ayamnya yang unik. Permaisuri pun menjelaskan siapa
sebenarnya mereka. Cindelaras kini tahu bahwa dia merupakan darah daging Raden
Putra yang merupakan raja Jenggala. Dia juga tahu penyebab ibu dan dirinya
diusir dari istana raja. Dalam hatinya muncul niat Cindelaras untuk membuka
keburukan selir yang merupakan ibu tirinya.
Dengan izin dan
restu ibunya Cindelaras berangkat menuju istana kerajaan Jenggala. Ayam jago
kesayangannya dibawanya pula. Dalam perjalanannya, Cinderalas bertemu dengan
orang-orang yang sedang mengadu ayam atau lebih dikenal dengan sabung ayam.
Ketika mereka melihat Cindelaras membawa ayam jago, mereka pun menantang untuk
mengadu.
“Aku tidak
mempunyai taruhan.” Ucap Cindelaras.
“Taruhanmu adalah
dirimu,” jawab salah seorang penyabung.” Jika ayam jagomu kalah engkau harus
bekerja dan mengabdi kepadaku tanpa mendapatkan upah. Sedangkan jika jagomu
menang maka aku akan memberikan uang emas ini untukmu.” Si penyabung
mengacungkan kantong kain yang berisi uang emas.
Cindelaras awalnya
ragu namun ayam jagonya terus meronta-ronta seperti memintanya untuk menerima tantangan
itu. Cindelaras akhirnya setuju. Kedua ayam jago
lantas di adu. Hanya dalam beberapa gebrakan saja ayam jago Cindelaras telah
dapat mengalahkan musuh-musuhnya. Ayam-ayam jago lainnya yang diadu dengan ayam
jago milik Cindelaras pun bertumbangan. Rata-rata mereka hanya sanggup beberapa
gebrakan saja sebelum akhirnya terkeok-keok melarikan diri.
Cindelaras sangat
banyak mendapatkan uang dan juga perhiasan karena kemenangan ayam jagonya itu.
Para penyabung ayam benar-benar terperangah mendapati keperkasaan ayam jago
Cindelaras. Berita perihal kehebatan ayam jago Cindelaras pun segera menyebar.
Banyak penyabung dari berbagai daerah menemui Cindelaras untuk mengadu ayam.
Namun ayam jago Cindelaras benar-benar luar biasa, semua bisa dikalahkan dalam
beberapa gebrakan pertarungan saja.
“Tampaknya hanya
ayam jago milik Gusti Prabu Raden Putra saja yang dapat menandingi ayam jago
milik anak ini.” Kata salah seorang penyabung.” Sama halnya dengan ayam jago
milik anak ini, ayam jago milik gusti prabupun tidak pernah terkalahkan.
Pertarungan kedua ayam ini pasti sangat seru.” Raden Putra
akhirnya mendengar kehebatan ayam jago milik Cindelaras. Sang raja sangat
penasaran dengan berita yang akhir-akhir ini didengarnya. Dia benar-benar ingin
mencoba mengadukan ayam jago miliknya dengan ayam jago milik Cindelaras yang
konon katanya tidak pernah terkalahkan. Untuk mewujudkan keinginannya itu, dia
meminta prajurit istana mencari dan memanggil Cindelaras.
Cindelaras datang
dan langsung menghadap Raden Putra. Meski dia mengetahui sosok dihadapannya
adalah ayah kandungnya, namun Cindelaras bersikap seperti rakyat biasa
menghadap Raja. Dia duduk bersila setelah menghaturkan sembah. Ayam jagonya
ikut bersila disampingnya. Sangat mengherankan, selama Cindelaras menghadap
Prabu Raden Putra, ayam jago itu tidak berkokok sedikitpun.
“ Namamu
Cindelaras?” Tanya Prabu Raden Putra.
“ Benar, gusti
prabu.”
“ Kudengar engkau
memiliki ayam jago yang hebat. Apakah engkau berani mengadu ayam jagomu dengan
ayam jago milikku?”
“Hamba siap, Gusti
Prabu.”
“ Apa taruhanmu?”
Cindelaras sejenak
berpikir sebelum akhirnya memberikan jawabannya.” Hamba hanya memiliki selembar
nyawa. Jika ayam jago hamba kalah, maka hamba serahkan nyawa hamba kepada Gusti
Prabu. Namun jika ayam jago hamba menang, maka hamba meminta separuh dari
kerajaan Jenggala.” “ Baik.” Raden
Putra menyatakan kesediannya.” Bersiap-siaplah untuk menyerahkan nyawamu.
Lehermu akan dipenggal algojo kerajaan setelah ayam jagomu kalah.”
Alun-alun istana
segera disiapkan untuk menjadi arena pertarungan dua jago milik Cindelaras dan
Raden Putra. Berduyun-duyun orang datang ke alun-alun untuk menyaksikan
peristiwa yang sangat langka itu. Beberapa petaruh juga turut meramaikan acara
itu, sebagian menjagokan ayam milik Cindelaras dan sebagian lagi menjagokan
ayam milik Raden Putra.
Ketika telah
dihadapkan, jago milik Cindelaras kalah besar dan kalah kekar jika dibandingkan
dengan jago milik Raden Putra. Namun jago Cindelaras tidak menunjukan
ketakutannya, bahkan sepertinya sudah tidak sabar ingin bertarung. Maka dengan
iringan sorak sorai penonton, kedua ayam jago itupun memulai pertarungannya.
Semangat bertarung
ayam jago Cindelaras sangat besar. Tendangan kaki dan patukan paruhnya begitu
kuat bertenaga hingga ayam jago milik Raden Putra terlihat kewalahan. Ayam jago
milik Cindelaras juga sangat cerdik lagi piawai dalam menghindari
serangan-serangan dari ayam jago milik Raden Putra. Pertarungan berlangsung
cukup lama, namun semakin lama terlihat bahwa ayam jago milik Cindelaras makin
menguasai keadaan. Beberapa saat kemudian ayam jago milik Raden Putra tidak
mampu lagi menahan serangan-serangan dari ayam jago Cindelaras. Dia
berkeok-keok melarikan diri dari arena pertarungan tanda menyerah kalah.
Sebagian penonton yang menjagokan ayam jago Cindelaras bersorak sorai gembira.
Raden Putra sangat
terkejut melihat ayam jago kesayangannya terseok-seok kabur dari medan
pertarungan. Janji taruhan yaitu membagi separuh wilayah kekuasaannya untuk
Cindelaras dipenuhinya. Setelah
pertarungan selesai dan Raden Putra berkata bahwa sebagian wilayah kerajaan
Jenggala kini milik Cindelaras, tiba-tiba ayam jago milik Cindelaras berkokok
keras..” Kukuruyuk ... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan belantara,
atapnya daun kelapa, ayahnya raden putra raja jenggala.”
Raden Putra sangat
terkejut mendengar kokok ayam Cindelaras yang aneh. Diperhatikannya baik-baik
Cindelaras yang tetap berdiri dengan sikap hormat dan gagah.” Cindelaras
benarkah apa yang dikatakan ayam jagomu itu.” Tanya Raden Putra. “ Benar gusti
prabu. Hamba adalah putra gusti prabu, ibu hamba adalah permaisuri gusti prabu
yang saat ini tinggal di hutan.”
Raden Putra
terlihat bingung. Menurutnya permaisurinya telah meninggal dunia ditangan patih
yang mengamban titahnya. Melihat rajanya terlihat bingung, patih jenggala
segera maju kedepan menghampiri sang raja. Patih Jenggala kemudian menjelaskan
perihal kejadian yang sesungguhnya, bagaimana dia tidak jadi membunuh sang
permaisuri karena mengetahui bahwa permaisuri tidak bersalah melainkan korban
fitnah dari orang lain.
“ Fitnah? Fintah
siapa?” Tanya sang Raja. “ Fitnah dari
selir sri baginda yang bekerjasama dengan tabib istana.” Jawab Patih Jenggala.
Sang Selir dan
Tabib istana segera dipanggil oleh Raja Raden Putra. Keduanya tidak dapat
mengelak setelah persidangan memberikan bukti-bukti kejahatan mereka. Sang
Raden Putra memberi hukuman berat kepada keduanya yaitu di asingkan didalam
hutan. Akhirnya kebenaran
terungkap. Sang Raja Raden Putra langsung memeluk Cindelaras seraya meminta
maaf. Raja Jenggala itu segera memerintahkan para pengawalnya untuk menjemput
permaisuri.
Sang Permaisuri
kembali ke istana dengan segala kehormatannya. Dia hidup bahagia bersama suami
dan anaknya Cindelaras.
Hikmah yang bisa kita ambil dari Legenda Cindelaras ini adalah jika kita berbuat jahat maka kita akan mendapatkan buah dari sifat jahat itu dikemudian hari, begitu juga jika kita melakukan sebaliknya. jauhilah sifat suka berjudi karena hanya akan merugikan diri kita.
Hikmah yang bisa kita ambil dari Legenda Cindelaras ini adalah jika kita berbuat jahat maka kita akan mendapatkan buah dari sifat jahat itu dikemudian hari, begitu juga jika kita melakukan sebaliknya. jauhilah sifat suka berjudi karena hanya akan merugikan diri kita.
II. METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.
Ilmuwan melakukan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut
diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos
uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi
suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat
langkah berikut:
- Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
- Hipotesis (penelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
- Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
- Ekperimen (pengujian atas semua hal di atas)Karakteristik Metode Ilmiah
Menurut sumber ada beberapa karakteristik metode ilmiah:
- Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
- Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia
- Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
- Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
- Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
Langkah – Langkah Metode Ilmiah
- Menyusun Rumusan Masalah
- Menyusun Kerangka Teori
- Merumuskan Teori
- Melakukan Eksperimen
- Mengolah dan Menganalisis Data
- Menarik Kesimpulan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih.
- Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
- Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.
- Menyusun Kerangka Teori
- Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan.
- Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi.
Penarikan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap
suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian
sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap
orang berhak menyusun Hipotesis.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data.
Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau
eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk
memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti
mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk
memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.
Contoh Penelitian Menggunakan Metode Ilmiah
Contoh Penelitian Menggunakan Metode Ilmiah
- Memformulasikan pertanyaan penelitian. Ilmuwan memperoleh pertanyaan penelitian dari observasi dan teori mereka tentang peristiwa dan perilaku. Sebagai contoh, berdasarkan observasi klinis dan pemahaman tentang mekanisme yang mendasari depresi, mereka dapat memformulasikan pertanyaan tentang apakah obat-obat ekperimentaltertentu atau tipe-tipe psikoterapi khusus dapat membantu orang menangani depresi.
- Menyusun pertanyaan penelitian dalam bentuk hipotesis. Hipotesis adalah suatu prediksi yang tepat tentang perilaku yang diuji melalui penelitian. Sebagai contoh, para ilmuan mungkin berhipotesis bahwa orang yang depresi secara klinis akan menunjukkan perbaikan pada pengukuran depresi jika mereka diberikan obat-obatan dan bukan menerima sebuah plasebo tak aktif (pil gula).
- Menguji hipotesis. Ilmuan menguji hipotesis melalui observasi dan eksperimen yang terkontrol secara cermat. Mereka mungkin menguji hipotesis tentang obat-obatan ekperimental dengan mengatur sebuah eksperimen, di mana satu kelompok penderita depresi mendapatkan obat eksperimental dan kelompok lainnya mendapatkan plasebo. Mereka kemudian akan mengikuti tes untuk melihatb apakah orang-orang yang menerima obat aktif menunjukkan perbaikan yang lebih besar dalam suatu periode tertentu daripada mereka yang meminum plasebo.
- Menarik kesimpulan tentang hipotesis. Pada langkah terakhir, para ilmuan menarik kesimpulan dari temuan mereka tentang kebenaran hipotesis. Para psikolog menggunakan metode statistik untuk menentukan kemungkinan bahwa perbedaan antarkelopmpok adalah signifikan, lain halnya dengan adanya kemungkinan fluktasi. Psikolog layak untuk yakin perbedaan kelompok adalah signifikan artinya, bukan karena kemungkinan fluktuasi bila probabilitas bahwa kemungkinan fluktuasi itu sendiri dapat menjelaskan perbadaan adalah kurang dari 5%. Bila hasil penelitian yang sudah terdesain dengan baik gagal untuk membuktikan hipotesis, ilmuan dapat memodifikasi teori dari mana hipotesis itu diperoleh. Hasil penelitian sering menyebabkan modifikasi teori, hipotesis baru, dan pada gilirannya penelitian berikutnya.
- Selanjutnya kita akan melihat metode penelitian utama yang digunakan para psikolog dan para ahli laiinya dalam mempelajari perilaku abnormal: metode observasi naturalistik, korelasional, eksperimental, epidemiologis, kekerabatan (kenship), dan studi kasus. Namun sebelumnya, mari kita pertimbangkan sejumlah prinsip yang memandu tindakan etis dalam penelitian.
sumber :
https://dongengceritarakyat.com/dongeng-cerita-rakyat-indonesia-cindelaras/
https://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/




Komentar
Posting Komentar