PSIKOLOGI TEKNOLOGI & INTERNET

Fenomena New Normal Di Indonesia





Disusun Oleh :
Novia Indah Puspita
15518374
2PA15


Universitas Gunadarma









1. Apa itu New Normal?

New normal dikatan sebagai car hidup baru di tengah pandemic virus corona yang terus meningkat. New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID 19 dalam bidang kesehatan, social dan ekonomi. Scenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

“badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesianya yaitu Kenormalan Baru. Kata normal sebetulnya dalam bahasa inggris sudah dijadikan nomina makanya jadi New Normal. Badan bahasa kemudian membuat padanannya menjadi Kenormalan. Karena kalau normal itu adjektiva kata sifat, jadi kenormalan baru.” Kata ahli bahasa Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayati dari Universitas Indonesia.



2. New Normal bagi Karyawan

Demi efisiensi dalam masa pandemi virus korona, banyak perusahaan yang memaksimalkan sebagian pegawai, dan sebagian dirumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Beberapa sektor usaha ada yang tetap mampu beroperasi meski ditopang sumber daya minim.
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian pandemi Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Dengan adanya keputusan tersebut, artinya para pekerja tidak lagi beraktivitas di rumah saja, melainkan bagi para pekerja yang biasa bekerja di kantor akan kembali memasuki kantor atau kembali berinteraksi dengan relasi bisnis.
Keputusan ini menimbulkan berbagai pandangan, salah satunya aturan-aturan yang berkaitan dengan ketentuan sebaga berikut:
·         Menjaga Jarak (Physical Distancing)
Aturan yang berkaitan dengan menjaga jarak atau physical distancing sebaiknya dilakukan dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter
·         Pembatasan Jam Lembur

Ketentuan pengaturan waktu kerja. Melalui aturan tersebut, pemerintah berharap perusahaan tidak banyak membiarkan pegawai menggunakan jam kerja yang terlalu panjang (lembur). Karena kerja lembur disinyalir bisa mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat sehingga berpotensi menyebabkan penurunan sistem kekebalan atau imunitas tubuh.


3. New Normal Bagi Pelajar

Tahun ajaran baru ini menjadi momentum pengelola sekolah dan orangtua untuk membantu siswa beradaptasi memasuki era " kenormalan baru" belajar di masa pandemi. " Kenormalan baru" atau "new normal" ini bukan berarti siswa dipersiapkan kembali bersekolah, namun membantu menyiapkan siswa agar mampu beradaptasi dengan situasi belajar di tengah wabah Covid-19.
Lalu apa yang perlu kita bantu agar siswa lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh kenormalan baru belajar ini?
·         Evaluasi Belajar dari Rumah
Sebelum dimulainya tahun ajaran baru, guru, kepala sekolah, orangtua, dan siswa perlu berdiskusi bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan belajar dari rumah. Terutama untuk menentukan, hal-hal apa yang harus dilanjutkan, dan apa yang harus diubah.
·         Membuka Diskusi dengan Anak
Penting untuk berkomunikasi tentang situasi yang berubah ini dengan anak. Guru dan orangtua perlu mendengar suara anak. Tanyakan kepada mereka, apa yang membuatnya bersemangat belajar? Apa yang bermanfaat dan dapat dikembangkan dalam proses belajar mereka yang berubah? Suara anak bisa menjadi bagian desain pembaruan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dirancang oleh guru.
·         Bagaimana Bila Harus Masuk Sekolah?
Kitapun harus belajar dari beberapa negara yang sudah membuka sekolah. Perancis dan Korea Selatan kembali menutup sekolah, setelah ditemukan kembali kasus baru Covid-19. Pembukaan sekolah di Indonesia harus betul-betul mempertimbangkan keamanan siswa. Tatap muka di sekolah ini, misalnya diprioritaskan untuk siswa yang memerlukan. Mungkin untuk memfasilitasi mereka yang tidak memiliki akses internet atau memerlukan pendampingan belajar khusus dari guru. Hanya perlu dipastikan guru, orangtua, dan siswa harus melaksanakan protokol pencegahan penularan virus.


Sumber

Komentar

Postingan Populer